Selasa, 15 September 2015
Rabu, 09 September 2015
Analisis Cerpen Kecubung Pengasihan karya Danarto
Menurut pandangan saya, cerpen ini adalah
sindiran terhadap pemerintahan yang otoriter, sesuai dengan tahun pembuatannya
yaitu saat Pemerintahan Presiden Suharto. Makna dari judul Kecubung Pengasihan
adalah cara memberikan kesejahteraan. Ini diambil dari arti bunga kecubung yang
salah satunya adalah kesejahteraan, dan pengasih yang artinya cara. Penulis
ingin memberikan kritikan tentang bagaimana seharusnya pemerintah memeritah
rakyatnya yaitu lewat sindiran-sindiran.
Selasa, 07 Juli 2015
Artikel: Mari Melampiaskan Masalah dengan Hal Positif Oleh Diy Ara
Manusia yang sudah meninggal aja
masih ada masalah. Apalagi, yang masih hidup. Pastinya masalah datang silih
berganti dan semakin runcing ketika kita tidak menyelesaikannya. Semakin berat
ketika kita membiarkannya saja. Semakin menekan ketika masalah semakin
bertumpuk. Semua orang punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalahnya.
Tetapi, ada beberapa masalah besar dan berat yang kadang sulit untuk diatasi
bahkan sulit untuk diceritakan atau disharingkan pada orang lain. Karena itulah
terjadi sebuah keadaan di mana orang yang punya masalah itu melampiaskan
emosinya itu. Bisa ke arah positif dan lebih sering orang memilih ke arah
negatif.
Minggu, 17 Mei 2015
Mengatasi dan Melenyapkan Virus pstatic.eshopcomp.com Dengan Gampang
Gilaaaaaa!!! Aku hampir putus asa gara-gara ngadepin virus ini pstatic.eshopcomp.com. Jadi setiap aku browser pasti masuk ke blog terus tiba-tiba pstatic.eshopcomp.com dan nggak bisa kembali lagi!
Mungkin dengan install ulang bisa terselesaikan, tapi masalahnya nggak punya uang aku. Mau minta bantuan temen yang pinter Komputer, ahhh lagi-lagi aku ngerepotin.
Aku pun berusaha sendiri untuk mengatasi masalah ini lewat mbah google, dan ahhh lagi-lagi mau nyari cara hapus pstatic.eshopcomp.com malah masuk ke laman pstatic.eshopcomp.com. Bisa-bisa ubanan aku lama-lama. Lalu aku cari lewat google leptop temen nah nemulah. (Udah baca aja jangan ikutin)
Mungkin dengan install ulang bisa terselesaikan, tapi masalahnya nggak punya uang aku. Mau minta bantuan temen yang pinter Komputer, ahhh lagi-lagi aku ngerepotin.
Aku pun berusaha sendiri untuk mengatasi masalah ini lewat mbah google, dan ahhh lagi-lagi mau nyari cara hapus pstatic.eshopcomp.com malah masuk ke laman pstatic.eshopcomp.com. Bisa-bisa ubanan aku lama-lama. Lalu aku cari lewat google leptop temen nah nemulah. (Udah baca aja jangan ikutin)
Cara Batal pstatic.eshopcomp.com dari Chrome?(Panduan Removal)
Cara Batal pstatic.eshopcomp.com dari Chrome?(Panduan Removal)
Apakah pstatic.eshopcomp.com terus bermunculan setiap kali Anda meluncurkan web browser?Apa yang dapat Anda lakukan jika berbagai program antivirus tidak berpengaruh pada berhenti ?Bagaimana berbahaya itu akan jika Anda hanya membiarkannya tinggal di komputer?Apakah ada cara yang dapat diandalkan untuk menyingkirkan secara menyeluruh? Silakan baca posting ini yang berisi informasi tentang pstatic.eshopcomp.com dan panduan manual removal terkait.
pstatic.eshopcomp.com PENDAHULUAN:
pstatic.eshopcomp.com adalah jahat dan keras kepala Google redirect virus yang dirancang oleh hacker untuk menyerang browser pengguna. pstatic.eshopcomp.com redirect virus bisa lolos berbagai alat penghapusan virus dengan mudah, yang menjelaskan mengapa Anda telah menginstal perangkat lunak keamanan pada komputer Anda, tetapi masih bisa masuk ke sistem operasi Anda.Akibatnya, Anda tidak akan dapat surfing ramah Internet.
Setiap begitu sering ketika Anda mengklik pada link atau halaman web itu akan mengirim Anda ke pstatic.eshopcomp.com atau kadang-kadang menampilkan iklan yang tidak diinginkan pada layar Anda. pstatic.eshopcomp.com melakukan banyak hal yang berbahaya pada komputer Anda, karena itu, itu berbahaya untuk menjaga pada mesin Anda.Untuk menghindari kekacauan lebih dan melindungi komputer yang terkena, Anda sangat dianjurkan untuk menyingkirkan itu segera setelah pandangan pertama.
GEJALA TERINFEKSI: GEJALA TERINFEKSI:
- The berbahaya redirect virus penyebab koneksi internet yang buruk dan sistem sering crash.
- pstatic.eshopcomp.com adalah pembajak browser parasit
- pstatic.eshopcomp.com diam-diam diinstal ke sistem tanpa izin atau persetujuan.
- Ini virus redirect akan terus mengarahkan koneksi internet Anda dan memberitahu Anda bahwa Anda browsing tidak aman.
- pstatic.eshopcomp.com paksa menyesuaikan homepage default, mesin pencari dan bookmark dari komputer Anda.
CARA MEMINDAHKAN pstati dan bla bla bla bla....
Aku udah stressss mengetahui virus itu menakutkan, dan aku langsung ikuti langkah-langkah di atas, dowload YAC itu. Dan endingnya tetep yah. pstatic.eshopcomp.com lagi-lagi ke tempat iniiii. Okey aku sebel.
Tapi akhirnya, aku bisa browser lagi dan nggak ke pstatic.eshopcomp.com. Tentu tidak menggunakan cara-cara di atas. Caranya malah lebih mudah dan nggak ribet! Sumpeh deh! Nggak usah dowload aplikasi apa pun.
Karena caranya adalah ...
1. Unistall Aplikasi yang terkena virus pstatic.eshopcomp.com (kalo aku crome dan firefox)
2. Istall kembali crome dan firefox
3. Selesai.
Nggak usah pusing-pusing cuy! :v :v :v
Sabtu, 16 Mei 2015
Cerpen Nominasi 32 BESAR LOMBA #CERPENDUETUNSA Dear Love, Wait Me + Zahratul Wahdati dan Gema Darmawan Saputra
Ini cerpen petamaku, udah duluuuu banget nulisnya. Dan saat itu cerpen duet ini masuk ke 32 Besar Lomba Cerpen Unsa. Tentu kami tidak menyangka karena kami sangat pemula. Ini cerpen adalah saksi aku mulai menulis. Menjadi keyakinan bahwa siapapun bisa menulis.
Sebelumnya, aku akan memperlihatkan daftar peserta yang mengikuti Lomba Cerpen ini, ada banyak sekali penulis berbakat dan sudah punya nama.
Minggu, 10 Mei 2015
Review Novel “The Body in the Library” Karya Agatha Chistie
Judul :
The Body in the Library (Mayat dalam Perpustakaan)
Penulis : Agatha Chistie
Tahun Terbit : Cetakan keenam: November 2002
Halaman :
280 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 979-686-156-6
Jangan Percaya, Berpikirlah Logis
Okey kita
mulai dari sinopsis singkat di cover belakang novel:
Kolonel
Bantry membentak, “Maksudmu ada mayat di dalam pepustakaan saya—perpustakaan saya?”
Kepala pelayannya berdehem, “Barang kali Tuan ingin melihatnya sendiri?”
Bagaimanakah
sampai mayat seorang gadis bisa berada di ruang perpustakaan keluarga Kolonel
Bantry? Mengapa gadis ini dibunuh? Siapa dia?
Sampai sini
saja sinopsis singkat di cover bukunya, masalahnya kepotong sama kertas lebel
perpustakaan UPGRIS. Jadi ketahuan kan aku minjem dari perpus -_-
Aku
lanjutkan saja sinopsisnya dengan kata-kataku sendiri.
Mayat gadis
muda berumur delapan belas tahun itu, memiliki dandangan yang sangat mencolok
di antara perpustakaan yang antik, tempatnya ditemukannya mati. Menurut
kesaksiaan sepupunya, mayat itu adalah Rubby Keene seorang penari di hotel.
Tetapi kenapa dia bisa berada di perpustakaan Kolonel Bantry, padahal Kolonel
Bantry mengaku bahwa tidak pernah mengenal gadis itu.
Pihak
kepolisian terus menyelidiki kasus ini. Dari beberapa orang yang mungkin
terkait dengan kematian Rubby. Tetapi semuanya, memiliki alibi yang tidak
terbantahkan dan membuat mereka bebas dari tuduhan. Tentu membuat polisi
kebingungan. Namun di sini ada tokoh Nona Marple perawan tua yang memiliki
banyak pengalaman mengenai kasus yaitu menghubungkannya dengan kehidupan dusun.
Belum kasus gadis muda itu terungkap, ada sebuah pembunuhan kembali yang
menimpa Pamella gadis yang masih sekolah. Dia ditemukan terbakar di dalam mobil. Dan
kematian dua gadis itu ditafsirkan dibunuh oleh orang yang sama.
Nona
Marple meramalkan pasti bakal ada usaha
pembunuhan ketiga!
Review:
Judul review
aku rada-rada gimana gitu, entahlah ... Sebenernya aku tidak percaya bisa
menyelesaikan membaca novel ini. Jujur selama sebulan ini aku belum pernah
kelar menyelesaikan baca satu novel pun. Karena kekurangan waktu, aku lebih
suka baca cerpen yang sekali duduk. Tetapi kali ini, selesai Jeng! :v padahal,
sejak tadi pagi hatiku terus berteriak-teriak nyuruh aku nyelesain tugas
kuliah. Tetapi gara-gara novel ini yang bikin sumpeh penasaran banget.
Akhirnya, sampai aku nulis review ini aku belum ngerjain tugasnnya. -_-
Ini memang
novel pertama Agatha Cristie yang aku baca. Hanya satu hari dari pagi sampai
malam aku menyelesaikan membacanya. Dan aku langsung marah! Pengin langsung
remes-remes tuh novel setelah selesai membacanya. Why? karena endingnya itu
bener-bener ngecoh banget. Dari awal aku udah dibawa kemana-mana, awalnya di
bawa ketempat yang cerah sampai aku memprediksi siapa pelakunya. Lalu semakin
lama aku berada di hutan yang gelap dan tidak bisa memprediksi siapa pelaku
pembunuhannya. Sampai penasaran siapa sih pelakunya! Apa motifnya cinta, uang,
atau hal lain?
Karena
itulah aku baca sampai kelar! Dan penulis benar-benar cerdik menempatkan
jawaban siapa pelakunya dan apa motif sebenarnya. Kamu tahu di mana? di akhir
bab, di halaman yang menyentuh halaman terakhir. Jadi kamu bakalan dibuat
penasaran sampai akhir! Dan dibikin mengangga lebar diakhir karena apa yang
diungkapkan diakhir benar-benar di luar perkiraan kita. Di luar banget! Kamu
bakalan benar-benar tertipu! Oh berapa kali aku bilang, benar-benar?
Tapi jujur
novel keren abis! Apalagi karakter tokoh-tokoh kuat banget! Aku suka sekali
dengan Nona Marple, dia sungguh tokoh yang unik. Beberapa polisi tidak percaya
dengan kehebatan Nona Marple, tetapi ternyata Nona Marplelah yang mengungkap
kasus ini. Karena dia tidak memiliki sifat seperti polisi.
“Saya
kuatirkan Anda akan menganggap ‘metode’ saya, sebagaimana yang dikatakan Sir
Henry, amat amatiran. Terus terang saja sebetulnya kebanyakan orang dan--tidak
terkecuali juga polisi—terlalu mudah percaya, di dunia yang jahat ini. Mereka
mempercayai apa saja yang dikatakan orang kepada mereka. Saya tidak pernah
berbuat demikian. Saya suka membuktikan sesuatu sendiri.” (hal. 268)
Saya juga
suka sifat Tuan Jefferson yang kehilangan semua anak-anaknya saat kecelakaan
dan juga kedua kakinya. Tetapi dia masih bisa berjuang hidup, menjadi sukses,
bahkan ingin mengadopsi Ruby menjadi anak. Yang paling berkesan adalah
kata-kata ini.
“.................Sebenarnya
manusia lebih baik mati aus dibandingkan mati karatan.....”(hal.196)
Novel ini
pantas dibaca, sangat pantas! Satu kata yang menggambarkan novel ini: Keren!
Aku kasih 5
bintang dari 5 bintang untuk novel ini.
Rabu, 06 Mei 2015
Pergilah! Aku Mohon, Pergilah!
Rasanya ingin sekali mencekik, ah
kenapa aku berpikir terlalu sadis seperti itu? Seadainya saja kata TIDAK SETUJU
yang berulang kali aku katakan itu bisa membuat dia lenyap dari kehidupan kami.
Seadainya saja sikap jengkelku membuat dia menyerah mencoba memasuki kehidupan
kami. Mungkin, aku tidak akan seenek ini! Pikiranku benar-benar kacau, aku jadi
malas kuliah, aku jadi malas pulang ke rumah, bahkan aku lebih memilih menjadi
penghuni kos tetap meski tanggal merah tertera atau liburan panjang. Itu semua
karena aku tidak mau berdebat tentang dia lagi! Tentang dia yang hanya bisa
mendekati dan menaklukan hatimu, Mama. Tentang dia yang tidak pernah mencoba untuk
mencoba menaklukan hati aku dan adikku. Apa dia pernah mencoba untuk
menyakinkan kami bahwa dia layak untuk menjadikan dia sosok ayah? Dia pengecut!
Dia tidak masuk kriteria seorang, Ayah untukku Mama. Tidak!
Ini benar-benar membuatku kacau! Aku
tidak tahu harus bagaimana lagi! Tidak ada yang mengerti perasaanku! Sebenernya
aku tidak ingin menulis cerita ini di blogku. Aku tidak mau orang tahu tahu
perasaanku. Tetapi rasanya, terlalu lama menyimpannya, hatiku pasti hancur
karena terus menahan sesak. Biarlah, biarlah aku dibilang egois! Semua mengecap
aku egois. Aku tahu aku egois. Aku tahu aku mementingkan diriku sendiri. Aku
benar-benar tidak ingin setuju! Bisakah dimengerti!
Semua orang tidak mengerti. Semua
orang yang mendengar curhatku, semua sama saja. Mengatakan seharusnya aku
menyisihkan sedikit egoisku. Intinya mereka bilang, harusnya aku setuju karena
aku sudah dewasa. Apakah seorang yang sudah dewasa, tidak boleh bilang tidak
setuju. Baiklah, kalau orang dewasa akan bilang setuju. Aku tidak mau dianggap
dewasa dalam masalah ini. Aku tidak mau!
Aku takut, Mama. Aku takut ada orang
yang masuk di keluarga kita. Aku takut akan ada sesuatu yang lebih serius
terjadi jika dia datang dalam keluarga kami. Aku tidak mau mengambil resiko
itu! Aku terlalu takut. Okey, Mama dengan alasan dia bakalan membantu keuangan
kita. Hahaha! Aku bisa melakukannya untukmu Mama. Aku akan belajar lebih giat.
Aku akan menulis lebih giat. Intinya, apa pun akan kulakukan. Tapi tolong
jangan memasukan dia dalam keluarga kita mama.
Papah, aku tidak mau ada sosok yang
mengantikanmu di sisi Mama. Tolong bantu aku Papah. Izah janji akan membahagiakan
mama. Kecuali untuk hal ini, Papah. Izah tetep akan bilang tidak setuju!
Mungkin sampai mama melepaskan
lelaki itu, aku tidak akan pulang ke rumah. Aku tidak ingin melihat mama
melihat aku menangis setiap menahan sesak setiap mama bertanya tentang persetujuanku.
Aku tetap akan bilang tidak setuju. Terserah orang bilang aku egois. Aku tidak
dewasa. Aku anak yang jahat. Terserah!
Senin, 04 Mei 2015
Cerpen Senja Ungu di Mata Bapak
Senja Ungu di Mata Bapak
oleh Diy Ara
Setiap pulang, saya selalu menemukan
senja di mata Bapak. Awalnya senja itu, berwarna keemasan. Tetapi kini berubah
jadi ungu setelah kepergian Ibu.
***
Hujan menyentuh jemari saya, yang
sengaja saya julurkan melewati atap halte. Percikan-percikan airnya mengenai
seragam putih abu-abu yang saya kenakan. Merembes juga melewati lubang di kedua
ujung sepatu saya. Mungkin hanya perasaan—beberapa orang di halte itu
memperhatikan saya. Seakan-akan mereka
melihat ada anak menyedihkan yang pantas ditonton.
Sejujurnya, saya sedang tidak
menunggu bis. Apalagi menunggu Bapak menjemput seperti kebiasaannya dua tahun
lalu. Itu tidak mungkin. Motor Bapak sudah dijual untuk mengobati mata Bapak.
Tubuh Bapak juga semakin renta. Ia mudah sekali masuk angin. Jadi, saya hanya
menunggu hujan reda di sini.
Tiba-tiba sebuah motor berhenti di
hadapan saya. “Din, ayo naik!”
“Siapa?” tanya saya setelah gagal mengenali
suara itu dan juga sosoknya yang disamarkan jas hujan dan helm hitam.
Ia
membuka kaca helm, “Aku, Gilang! Ayo naik, cepet!”
“Gilang?”
Saya
tertegun, tetapi akhirnya saya naik juga ke bonjengan. Terdengar suara hujaman
air mengenai jas hujan yang memayungi kepala saya. Menyatu dengan detak jantung
saya yang cepat. Secepat motor itu melaju.
Esoknya,
saya tidak menyangka, ternyata itu bukan cuma mimpi yang kebetulan jadi nyata.
Itu menjadi semakin nyata pada hari-hari berikutnya. Gilang, kakak kelas kaya
raya dan ganteng itu beneran naksir saya. Ia bilang, ia sangat salut dengan
kesabaran saya menerima kesedihan. Ia juga berjanji, akan membuat saya bahagia.
Sungguh
itu bukan hanya janji, setiap hari ia memberikan saya bunga. Ia juga membelikan
sepatu. Selalu berada di dekat saya. Dengan begitu, sirnalah julukan anak
nelangsa yang diberikan teman-teman kepada saya. Malahan, mereka mengganggap
saya sangat beruntung. Saya mengakuinya, pacaran dengan Gilang membuat saya
serasa melewati pelangi. Meski saya harus menerjang diam-diam nasehat Bapak
untuk tidak pacaran. Tak masalah.
Untuk
menutupi hubungan kami, saya semakin sering berdusta pada Bapak. Dari alasan
belajar ke rumah Retno, Eskul di sekolah, dan lain-lainnya. Tak masalah. Yang
penting Bapak tak tahu, kalau Gilang sering membawa saya jalan-jalan sepulang
sekolah.
Suatu
malam, Gilang mengandeng saya menuju pesta ulang tahun temannya yang diadakan
di rumah. Saya kira sangat ramai, ternyata hanya sekitar sepuluh orang di sana:
tiga perempuan dan tujuh laki-laki. Langkah
kaki saya memberat, menatapi botol-botol alkohol di meja ruang itu.
“HBD,
Bro!” sapa Gilang pada temen berambut cepak. “Sorry telat, Jo.”
“Slow
aja, Sob!”
“Gilang
aku mau pulang aja.” Saya berbisik ditelinganya. Tubuh saya sudah gemetar
ketakutan.
“Bentar,
aku toilet dulu.”
Gilang meninggalkan saya bersama pandangan
mata menjijikan Jo, lelaki berambut cepak. Hal yang tiba-tiba tidak saya duga
terjadi. Tangan Jo mengangangkat dagu saya, lantas mencium brutal bibir saya. Napas
saya seakan terlepas. Saya terus berusaha mendorong tubuh itu. Sampai akhirnya
Gilang datang dan meninju pipi Jo.
“Itu
hanya salam perkenalan, Sob! Nggak lebih!”
Saya
tidak mendengar lagi percakapan mereka, dan tak peduli lagi. Air mata saya
menitih. Dada saya benar-benar sesak. Saya berlari keluar. Seandainya saya
ingat kata bapak.
***
Senja ungu di mata Bapak semakin
gelap dan membuat saya takut. Ah, tetapi kenapa saya takut? Bapak tidak tahu
hal hina yang saya lakukan kemarin. Karena ketika saya pulang, saya langsung
menutup pintu dan menangis di bawah bantal. Padahal saat itu, saya sangat
menyukai ungu, warna kesukaan Gilang. Lama-lama saya malah jadi benci warna
ungu, mungkin karena terlalu lama menahan ketakutan setiap memandang mata Bapak
dan membayangkan hubungan saya dengan Gilang.
Saya
tidak tahan lagi menerima keanehan ini, kenapa saya terlalu takut dengan mata
senja ungu, Bapak? Dan kenapa mata bapak semakin gelap setiap menatap saya?
Makanya suatu sore, saya beranikan diri bertanya pada Bapak, kenapa dengan
warna matanya? Ia tak menjawab, ia malah memeluk saya. Saya bertanya lagi,
kenapa warnanya ungu? Ia tak menjawab lagi, tetapi telinga saya mendengar suara
tangis yang lekas membungkam mulut saya.
Itu
pertama dan terakhir kali saya bertanya tentang senja ungu di matanya. Saya tak
berani lagi. Saya tak mau dia menangis. Lebih baik saya membiarkan ketakutan
ini merajalela dan biarkan saja saya pendam sendiri. Saya merasa bersalah, meski
saya tidak tahu apakah bapak mengetahui kebohongan saya yang mengecewakannya
atau tidak. Tetapi sejak saat itu saya memutuskan tidak pacaran. Meski saya
tahu, Gilang benar-benar mencintai saya. Itu terbukti saat ia rela mendekam di
penjara setelah meninju Jo hingga masuk rumah sakit.
Dan
saya menyesal memendam pertanyaan itu sampai senja selesai. Sampai saya tidak
mendapat kejelasan apa pun, kenapa ada senja ungu di mata Bapak yang sekarang
telah tenggelam di ujung barat, di atas taburan daun pandan dan bebungaan. Saya
hanya ingin meminta maaf atas kesalahan yang saya pendam itu, Bapak. Maafkan
saya.
Minggu, 03 Mei 2015
Gana dan Kaci
Yeey! Cernak Ara kembali nangkring di Padang Ekpres :)
Kirimnya tanggal 27 April 2015, selesai buat revisi terus kirim. Lalu dimuat tanggal 3 Mei 2015. Awal bulan penuh semangat! Kalau mau baca versi padek silakan buka link ini :)
http://m.padek.co/detail.php?news=25255
Selamat Membaca :)
Gana dan Kaci
Oleh: Diy Ara
Suatu siang,
Kaci si Kancil sedang beristirahat sambil memakan timun. Upah membantu Jiji si
Anjing menjaga kebun Pak Tani. Tiba-tiba dari kejauhan, datang Gana si Gajah. Kaci
ingat cerita para hewan. Kalau Gana itu sangat sombong dan serakah.
“Berikan
timun-timunmu padaku!” perintah Gana.







