Tampilkan postingan dengan label Catatan Diy Ara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Diy Ara. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Mei 2017
Selasa, 05 Januari 2016
Senin, 09 November 2015
Jumat, 06 November 2015
Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015
Awal ngeliat lomba ini tertarik banget ikut. Tetapi temanya itu loh ... berat. Sanitasi aja nggak tahu artinya. Ya udah deh riset. Nyari makalah-makalah tentang senitasi, baca dua puluh halaman, walaupun endingnya nggak paham-paham amat. Terus aku juga riset tentang kondisi air minum indonesia. Saat riset-riset ini aku nggak punya ide mau nulis apa. Awalnya, ara pengin nulis tentang mata air yang mengilang. Tetapi, nggak jadi. Terus tiba-tiba inget pas pelajaran kimia pas SMA. Tentang tes air dengan kertas basa dan apa, ya, lupa. Masalahnya dulu Ara nggak suka kimia. Jadi, ara punya ide pasti ada cara ngetes air minum yang baik dikonsumsi dan tidak. Dan ketemulah ide itu. Riset deh. Gimana sih cara mudah mengetes air yang bisa dilakukan anak-anak. Hingga jadilah Cernak berjudul Dektektif Air.
Sabtu, 17 Oktober 2015
Magang 1 Hanya Menilai Hasil Laporan Tanpa Menilai Kinerja Mahasiswa
oleh:
Zahratul Wahdati (Diy Ara)
Universitas PGRI Semarang telah mengubah PPL menjadi Magang. Yang terdiri
dari Magang 1, Magang 2, dan Magang 3. Angkatan kami adalah angkatan pertama
yang merealisasikan hal itu. Kami datang ke sekolah-sekolah yang sudah
ditentukan oleh kampus bersama kelompok magang yang terdiri atas mahasiswa
berbagai jurusan. Saya ditempatkan di SMKN 5 Semarang, letaknya dekat UPGRIS,
tepatnya di Jalan dr. Cipto.
Selasa, 13 Oktober 2015
Kurang Adilnya Hak Bertanya dalam Presentasi di Kelas 5A
Oleh: Diy
Ara
Sama
dengan perdamaian, hak bertanya adalah hak semua orang. Garis bawahi dan tebali
objek kalimat tadi, hak semua orang. Sayangnya, di negara Indonesia yang,
katanya, demokratis ini, masih banyak pertanyaan-pertanyaan rakyat yang tak
mendapat jawaban dari aparat negara. Misalnya pertanyaan, kenapa DPR Angkatan
ini tak becus membuat UUD? Janjinya enam puluh lebih UUD akan DPR buat di
tahun-tahun jabatan mereka. Eh, ini sudah setahun tetapi UUD yang mereka buat
bisa dihitung dengan jari tangan kiri saja.
Kenapa ini, kenapa UUD yang bisa
diitung jari itu malah memihak kesenangan DPR, kapan kalian memikirkan kami? Tanya
rakyat. Para DPR malah menjawab dengan pengeyel-pengeyelan tak jelas. Tentang
ini-itu, anu-anu, bla-bla, dan bla-bla. Bahkan dalam ruang lingkup kecil
seperti di ruang kelas 5A, hak bertanya memang perlu sekali ditanyakan dan
dijawab. Entah dengan pengeyelan-pengeyelan, ini-itu, anu-anu, dan bla-bla.
Tulisan ini, sedikit bentuk protes, kritik, dan saran saya dan beberapa teman
saya.
Siapa
Sebenarnya yang Boleh Bertanya saat Presentasi?
Minggu, 27 September 2015
Catatan Diy Ara untuk Diy Ara
Catatan Diy Ara untuk Diy Ara
Entah pikiran ini dari mana, bahwa aku ingin
menuliskan semua kesan dan pesanku kepada semua orang yang kukenal. Mulai hari
ini. Di blog ini. Menurutku, tulisan dan foto adalah sebuah kenangan yang
dicari ketika seseorang telah meninggal. Makanya, aku perpikir bahwa aku ingin
menulis tentang kalian. Tentang kita. Sebelum aku pergi. Ini bukan pesan






