Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2015

Opini Dimuat Koran Rakyat Jateng 4 Desember 2015, Hewan Tak Langka Juga Butuh Perlindungan


Ini opini Ara yang kedua di Koran Rakyat Jateng, Jumat, 4 Desember 2015. Ara membuat opini ini karena bertepatan dengan Hari Hak Asasi Hewan tanggal 10 Desember 2015. Terima kasih utuk Pak Naka yang sudah membimbing Ara menulis opini. Selamat membaca ... Ohya, jangan lupa tinggalkan kecupan di komentar. hehehe ...

Sabtu, 05 Desember 2015

Tips Mengatasi Malas Menulis Ala Diy Ara


Udah lama nggak nulis di blog, belum ada karya yang dimuat lagi. Hihihi ... eh, sebenernya ada, sih. Hari Jumat kemarin, tanggal 4 Desember 2015, opiniku dimuat di koran Rakyat Jateng. Sayangnya, pas aku beli korannya udah habis. Jadi, nggak ada buktinya, deh. Tetapi, nanti kapan-kapan aku share opininya di blog ini. Tetapi, nanti, ya!

Kali ini, Ara mau share cara menghilangkan rasa malas menulis Ala Diy Ara. Hahaha! Sebenernya, Ara awalnya juga males nulis. Suka nunda-nunda. Padahal, ide berjubel. Saking lamanya nunda-nunda. Ide itu malah ngilang satu per satu. Tetapi, mulai bulan kemarin Ara mulai sadar kalau nulis itu penting. Kalau rasa malas itu harus dilawan. Bagaimana sih melawan rasa malas ala Ara. Ini dia jawabannya!

  1. Inget mati
    Hohoho ... menakutkan banget! Sebelum Ara mati, Ara pengin ada sesuatu yang bisa dikenang. Bisa berguna untuk orang lain. Nah, dari tulisan Ara. Ara berharap pesan moral yang ada cerita-cerita dan tulisan Ara tersampaikan. Terus kalau ada yang kangen Ara, kalau Ara udah mati. Ya, tinggal baca aja tulisan-tulisan Ara begitu. Soalnya tulisan bakalan abadi, meskipun Ara tidak akan abadi.
  2. Butuh Uang
    Ya, mungkin alasan beberapa penulis adalah kesenangan. Tetapi Ara tidak! Kesenangan memang ada, tetapi kesenangan malah kadang membuat Ara malas nulis dan mood-moodtan gitu. Tetapi memang Ara lagi butuh uang, makanya Ara giat nulis. Gunakan otak dibandingkan nganggur.
  3. Inget Mama dan Diyas
    Oke kalo lagi down nulis bener-bener down, Ara inget mereka. Inget Mama yang susah payah nyari uang untuk biaya aku kuliah yang tentu mahal, ditambah lagi buat sekolah adikku, Diyas. Apa yang bisa Ara lakukan. Ya nulis! Ara juga pengin bisa kuliahin Adik Ara dari nulis. Jadi kalo inget itu, Ara jadi semangat nulis! Jadi kalau gitu, kalian juga harus inget orang-orang yang kalian sayang.
  4. Pengin jadi guru yang bukan hanya mengajarkan teori
    Ara calon guru, jadi Ara tidak mau cuma ngajarin teori-teori dan teori pada murid Ara. Ara juga bisa berbagi dan ngajarin mereka praktek menulis nantinya. Jadi, Ara pengin bisa menulis semua jenis tulisan.
  5. Disiplin dan Bikin Jadwal
    Emang awalnya terpaksa, tetapi dengan adanya jadwal Ara jadi disiplin nulis. Jam berapa Ara nulis, hari ini nulis apa, hari itu nulis apa. Pebagian waktu antara nulis, membaca, nyuci baju, ngerjain tugas kuliah, dan online. Yang penting untuk jadwal ini ada kemauan untuk menaatinya. Ara sih masih dalam tahap terpaksa, tetapi semoga ke depannya jadi kebiasaan.
  6. Pengin ngisi Blog ini dengan berbagai karya
    Masa blog ini isinya curhat alay Ara doang. Nggak keren bangetlah! Jadi Ara harus nulis! Dan punya banyak karya agar blog ini terisi indah. Hihihi ...

    Mungkin, tips mengatasi malas ala Diy Ara untuk kamu tidak ampuh. Atau malah tidak setuju dengan tips ini. Tetapi, untuk Ara ini lumayan Ampuh. Masih Ampuh sampai sekarang.

Senin, 26 Oktober 2015

Ulasan Pementasan Wayang Kampung Sebelah Berjudul Wawas diri Menakar Berani


Ulasan Pementasan Wayang Kampung Sebelah Berjudul Wawas diri Menakar Berani
Oleh: Zahratul Wahdati

“Suara rakyat bukan dihitung, Tetapi didengarkan. Suara rakyat juga harusnya bukan menjadi objek untuk menang menjadi kepala desa, tetapi menjadi subyek untuk didengarkan.” Kalimat kritik yang diucapkan tokoh berbibir maju ini, menampar keras para bejabat berdasi yang berlomba-lomba untuk mendapat suara lewat janji-janji yang akhirnya entah.  Juga menampar masyarakat yang selama ini dibodohi para bejabat.

Selasa, 20 Oktober 2015

Humor Yang Gagal Dikirim ke Majalah RDI (gara-gara udah tutup usia)

Majalah RDI sudah tutup usia. Jadi, humor yang aku kirim ke majalah ini, aku posting aja di blog. Di bandingkan nganggur :3 #NyesekBGT. Tetapi sepertinya garing -_- #Tepok Jangkrik

Sabtu, 17 Oktober 2015

Magang 1 Hanya Menilai Hasil Laporan Tanpa Menilai Kinerja Mahasiswa


oleh: Zahratul Wahdati (Diy Ara)


          Universitas PGRI Semarang telah  mengubah PPL menjadi Magang. Yang terdiri dari Magang 1, Magang 2, dan Magang 3. Angkatan kami adalah angkatan pertama yang merealisasikan hal itu. Kami datang ke sekolah-sekolah yang sudah ditentukan oleh kampus bersama kelompok magang yang terdiri atas mahasiswa berbagai jurusan. Saya ditempatkan di SMKN 5 Semarang, letaknya dekat UPGRIS, tepatnya di Jalan dr. Cipto.

Kamis, 15 Oktober 2015

Mengenali Lebih dekat Kenangan Lewat Drama Mengancam Kenangan


Oleh: Zahratul Wahdati


Drama yang dipentaskan oleh Teater Tikar, 8 Oktober 2015 di Auditorium Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang, lantai tujuh, berjudul “Mengancam Kenangan” yang disutradarai Ibrahim mampu menghadirkan adegan-adegan yang memiliki arti dalam, seakan-akan penonton diperlihatkan lukisan yang penuh tanda tanya. Untuk membuka jawaban tanda tanya tersebut, penonton dirangkul dengan lembut untuk menikmati setiap adegan demi adegan drama hingga akhir.

Selasa, 13 Oktober 2015

Kurang Adilnya Hak Bertanya dalam Presentasi di Kelas 5A



Oleh: Diy Ara



            Sama dengan perdamaian, hak bertanya adalah hak semua orang. Garis bawahi dan tebali objek kalimat tadi, hak semua orang. Sayangnya, di negara Indonesia yang, katanya, demokratis ini, masih banyak pertanyaan-pertanyaan rakyat yang tak mendapat jawaban dari aparat negara. Misalnya pertanyaan, kenapa DPR Angkatan ini tak becus membuat UUD? Janjinya enam puluh lebih UUD akan DPR buat di tahun-tahun jabatan mereka. Eh, ini sudah setahun tetapi UUD yang mereka buat bisa dihitung dengan jari tangan kiri saja.
Kenapa ini, kenapa UUD yang bisa diitung jari itu malah memihak kesenangan DPR, kapan kalian memikirkan kami? Tanya rakyat. Para DPR malah menjawab dengan pengeyel-pengeyelan tak jelas. Tentang ini-itu, anu-anu, bla-bla, dan bla-bla. Bahkan dalam ruang lingkup kecil seperti di ruang kelas 5A, hak bertanya memang perlu sekali ditanyakan dan dijawab. Entah dengan pengeyelan-pengeyelan, ini-itu, anu-anu, dan bla-bla. Tulisan ini, sedikit bentuk protes, kritik, dan saran saya dan beberapa teman saya.
            Siapa Sebenarnya yang Boleh Bertanya saat Presentasi?

Minggu, 21 Desember 2014

Surat untuk Kakakku, amnesia dan the twins.

Untuk: Kakak-kakakku tercinta

            Kakak, sudah hampir setahun setengah kita kenal, dan jujur Ara benar-benar mencintai kalian. Padahal kita belum pernah ketemu, dan sekarang jarang ngobrol. Tapi jujur ara selalu merindukan kalian. Tetapi, entah kenapa ada rasa sesak sekarang di sini. Ara merasa kalian berubah, kalian bukan  seseorang Ara kenal dulu. Apalagi, Kak Adam. Iya, ini hanya perasaan, hanya merasa, tapi benar-benar menyesakkan sampai ara tidak mampu membendung air mata Ara. Lebay! Ara nangis untuk orang yang tidak pernah Ara temui. Ara cemburu kepada orang-orang yang lebih diperhatikan oleh kalian dibandingkan Ara. Ara kesal saat kalian tertawa-tawa dengan orang lain, dan tidak melibatkan Ara.

Kamis, 26 Juni 2014

Belajar nulis!


Dari pada ke blog saya cuma mau copas tugas, mending belajar nulis yuk!!

 Saya mau memperkenalkan seseorang penulis yang sangat ramah. Saya mengenalnya di facebook, dan dia adalah seorang koordinator di kelas cerita anak di grup kepenulisan KOBIMO klik disini untuk melihat keramaian grup itu.


Ini novel terbarunya 
:)







 klik di sini untuk masuk ke blog penulis favorit saya, Uni Maya. Banyak sekali ilmu-ilmu tentang kepenulisan novel di blog itu :)

Ini fotonya Uni Maya :)







Copyright © 2015 ZAHRATUL WAHDATI
| Distributed By Gooyaabi Templates