Terbaru
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2021

Mengenal Diri Sendiri: Awali dengan Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

 

Setuju tidak, jika mayoritas orang lebih banyak menggunakan waktunya untuk mencari kekurangan dan kelebihan orang lain?

Apa kamu termasuk? Jujur, awalnya aku iya. Mungkin sekarang juga masih walaupun sedikit berkurang.

Tanpa disadari kebiasaan itu sedikit demi sedikit akan mengurangi rasa percaya dirimu. Karena kamu akan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Padahal, kamu adalah kamu, dia adalah dia. Kalian dua tubuh yang berbeda.

Jadi, berhentilah melakukan itu. Lebih baik gunakan waktu tersebut untuk mengenali diri sendiri. Aku baru membaca sebuah artikel di Buletin Katulistiwa, dan mendapatkan sebuah tamparan dari kutipan berikut:

“Mencintai diri sendiri jauh lebih sukar daripada ingin mengetahui pribadi orang lain, sebab itu kenalilah dirimu sebelum mengenali pribadi orang lain.” (Buya Hamka)

Aku pernah ada pada masa suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Dan itu masih walaupun sedikit berkurang. Tanpa sadar itu membuat aku membenci diri sendiri. Misalnya seperti ini, ketika aku melihat orang-orang yang pintar bergaul, mudah berbicara dengan orang lain, disukai banyak orang, intinya ciri-ciri orang ektrovert, lah. Aku bakalan berkata, keren ya jadi mereka. Aku tidak bisa seperti itu.

Setelah proses membanding-bandingkan diri dengan orang lain itu berlajut terus menurus, aku sampai menyimpulkan. Dengan diriku yang seperti ini, aku pasti tidak banyak disukai orang, aku tidak punya siapapun, aku tidak punya teman.

Beruntung, seorang teman tiba-tiba menelepon tepat di saat aku menangis dengan pemikiranku itu.

Setelah aku menceritakan pemikiranku itu, kamu tahu apa reaksinya?

Dia tertawa keras sambil berkata, Za, Za, kamu kok kebanyakan mikirin orang lain sampai akhirnya merusak dirimu. Setelah tertawa dan menyindirku yang membuatku agak marah, dia lalu membeberkan kelebihan-kelebihanku yang selama ini tidak aku sadari. Tidak aku syukuri.

Itu membuatku tersenyum. Jika kamu kesulitan mengenali dirimu sendiri, cobalah untuk mengawali dengan bertanya kepada temanmu tentang kelebihanmu. Setelah itu, bersyukurlah memiliki kelebihan itu. Kemudian hentikan membandingkan dirimu dengan orang lain.

Mungkin iri kepada orang lain, mungkin sebaliknya orang itu juga iri kepadamu.

Selasa, 22 September 2020

30 Days Writing Challenge: Day 1 “Describe Your Personality”

 


Jika kamu bertemu dengan aku di masa lalu, mungkin aku akan menjauh. Sebab aku akan berpikir “kamu tidak menyukaiku, kamu tidak akan menganggap keberadaanku, kamu tidak mau berteman denganku.”

Betapa hidupku kesepian karena memiliki pikiran semacam itu. Sejak smp atau malah sejak SD, aku sudah memiliki pikiran seperti itu. Bahkan ketika kamu berteman denganku di masa SD sampai kuliah semester 2, aku menganggapmu teman, tetapi aku tidak percaya kamu menganggapku teman. Wah, kau tahu rasanya. Betapa berat melewati masa-masa buruk itu. Setiap hari, rasanya ingin melarikan diri.

Dan, sebelum aku menulis, aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa tentang pikiran negatif itu. Rasanya aku sendirian. Aku masih ingat kata-kata yang aku tulis di kamar kosku, sewaktu aku merasa tidak dianggap oleh teman-teman dekat di kampus. Kata-kata itu kutulis dalam kertas berbentuk love berwarna kuning, berbunyi: Zahra jangan takut, jangan menyendiri, jangan merasa sendirian. Dan kutambahi gambar emotion senyum. Aku menulis itu sambil menangis dan menempelkan di lemari kos.

Aku beruntung karena aku mulai menulis dan bertemu dengan teman-teman penulis. Mereka yang membawaku keluar dari kurungan itu, dan aku merasa memiliki teman, bahkan sewaktu ingin melarikan diri dari kesedihan, selalu ada teman untuk bergadang. Aku sudah lebih baik sekarang. Dan aku sudah sadar, kenapa aku memiliki pikiran buruk macam itu. Ternyata aku punya trouma masa kecil, dan aku sedang berusaha berdamai dengan itu.

Seseorang bertanya padaku, namanya Kak Hakim, sekarang sudah Alm. “Sebutkan 10 kelebihan kamu, dan 10 kekurangan kamu.” Ternyata sulit untuk menyebutkan kelebihan dan lebih mudah menyebutkan kekurangan. Bahkan aku menuliskan kekuranganku untuk megawali tulisan ini.

Yap, aku akan menyebutkan 10 kekuranganku dulu. Aku mudah berperasangka buruk, gampang down, gampang iri, suka mebanding-bandingkan diri dengan orang lain, suka dipuji, mudah cemas, egois, pikiranku abstrak, selalu ingin melarikan diri, dan mudah stress.

Lalu kelebihanku, dulu aku kesulitan untuk menyebutkannya. Tetapi aku merasa aku memang harus punya kelebihan, sebab kekuranganku banyak. Oke mulai. Aku tidak mudah menyerah walaupun punya banyak sekali pikiran negatif, aku bisa menulis cernak, aku punya gelar sarjana, aku tidak mudah gendut walaupun makan banyak, aku punya banyak teman sekarang, aku dikenal banyak orang sekarang, aku bisa mengandalkan diriku sendiri sekarang, aku memiliki kemauan untuk belajar, aku memiliki keluarga yang baik, dan aku memiliki banyak orang yang peduli padaku. Intinya aku tidak sendirian.

Gitu ajalah. Itu gambaran kepribadianku. Terima kasih sudah membaca dan mau jadi teman aku.

Rabu, 02 Maret 2016

Cara Ampuh Membela Diri Ketika Kamu Disepelekan Gara-gara Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia


Ini sebenarnya curhat temen yang SMS aku, tapi aku gak bisa bales, karena gak punya pulsa. Sebenernya itu juga aku rasain, dan mungkin kamu yang baca artikel dibumbuhi curhat ini kamu juga ngerasainnya. Bahkan dulu aku sebenernya disuruh memilih jurusan bahasa inggris dan PGSD sama mbaku tersayang. Awalnya, aku daftar kedua prodi itu sesuai saran. Tetapi, tiba-tiba ada pemberontakan pada diriku.

Rabu, 07 Oktober 2015

Fakta: 9 Dari 10 Cewek Nggak Suka Dipanggil Mbak Sama Cowok



Oleh: Diy Ara

Hal-hal aneh yang aku lakukan adalah sering bertanya hal-hal aneh. Kali ini aku bertanya pada 10 cewek mengenai cowok yang memanggil mereka mbak. Cuma satu yang suka. Dia beralasan karena emang kodratnya perempuan pantes dipanggil mbak, dari pada mas. Tetapi, aku lebih memfokuskan kepada 9 cewek yang nggak suka dipanggil mbak sama cowok termasuk aku.

Selasa, 07 Juli 2015

Artikel: Mari Melampiaskan Masalah dengan Hal Positif Oleh Diy Ara




            Manusia yang sudah meninggal aja masih ada masalah. Apalagi, yang masih hidup. Pastinya masalah datang silih berganti dan semakin runcing ketika kita tidak menyelesaikannya. Semakin berat ketika kita membiarkannya saja. Semakin menekan ketika masalah semakin bertumpuk. Semua orang punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalahnya. Tetapi, ada beberapa masalah besar dan berat yang kadang sulit untuk diatasi bahkan sulit untuk diceritakan atau disharingkan pada orang lain. Karena itulah terjadi sebuah keadaan di mana orang yang punya masalah itu melampiaskan emosinya itu. Bisa ke arah positif dan lebih sering orang memilih ke arah negatif.
Copyright © 2015 ZAHRATUL WAHDATI
| Distributed By Gooyaabi Templates