Terbaru

Selasa, 19 Januari 2016

Surat Berisi Kritik dan Saran Sudah Dikirim ke KPI Hari Ini

Semarang, 19 Januari 2016
Kepada Yth: Ketua Komisi Penyiaran Indonesia
                                                                                                Di tempat

Salam sejahtera,
Sesuai dengan pengumuman yang saya baca di facebook bahwa KPI membuka kesempatan bagi

Selasa, 05 Januari 2016

Opini Sopir Angkot Baca Koran, Mahasiswa Baca Status


Opini Dimuat di Koran Rakyat Jateng, 30 Desember 2015 "Sopir Angkot Baca Koran, Mahasiswa Baca Status"

Rabu, 23 Desember 2015

Cernak Koran Solo Post, Gaun Biru Selen Dimuat Minggu, 20 Desember 2015


Ini cerpen perdana Ara yang dimuat di Cernak Koran Solo Post. Ide cerita ini didapatkan dari atikel di Majalah Bobo yang mengatakan bahwa nyamuk sangat suka hinggap di warna biru, dibandingkan warna lain. Dari artikel itulah cerpen ini Ara buat. Memberikan kepada pembaca ilmu dan pengetahuan tentang fakta unik nyamuk. Awalnya cernak ini sudah dua kali dikirim ke koran, selain Koran Solo Post, tetapi tidak ada kabar. Lalu Ara ganti nama tokoh yaitu Seon Kurcaci menjadi Selen, dan revisi dengan mengefektifkan kalimat-kalimatnya, dan akhirnya dikirim ke Koran Solo Post pada tanggal 1 Desember 2015. 19 hari masa tunggunya. Hehehe ....

Terima kasih. Selamat membaca ...

Rabu, 16 Desember 2015

Opini Dimuat Koran Rakyat Jateng 4 Desember 2015, Hewan Tak Langka Juga Butuh Perlindungan


Ini opini Ara yang kedua di Koran Rakyat Jateng, Jumat, 4 Desember 2015. Ara membuat opini ini karena bertepatan dengan Hari Hak Asasi Hewan tanggal 10 Desember 2015. Terima kasih utuk Pak Naka yang sudah membimbing Ara menulis opini. Selamat membaca ... Ohya, jangan lupa tinggalkan kecupan di komentar. hehehe ...

Sabtu, 05 Desember 2015

Tips Mengatasi Malas Menulis Ala Diy Ara


Udah lama nggak nulis di blog, belum ada karya yang dimuat lagi. Hihihi ... eh, sebenernya ada, sih. Hari Jumat kemarin, tanggal 4 Desember 2015, opiniku dimuat di koran Rakyat Jateng. Sayangnya, pas aku beli korannya udah habis. Jadi, nggak ada buktinya, deh. Tetapi, nanti kapan-kapan aku share opininya di blog ini. Tetapi, nanti, ya!

Kali ini, Ara mau share cara menghilangkan rasa malas menulis Ala Diy Ara. Hahaha! Sebenernya, Ara awalnya juga males nulis. Suka nunda-nunda. Padahal, ide berjubel. Saking lamanya nunda-nunda. Ide itu malah ngilang satu per satu. Tetapi, mulai bulan kemarin Ara mulai sadar kalau nulis itu penting. Kalau rasa malas itu harus dilawan. Bagaimana sih melawan rasa malas ala Ara. Ini dia jawabannya!

  1. Inget mati
    Hohoho ... menakutkan banget! Sebelum Ara mati, Ara pengin ada sesuatu yang bisa dikenang. Bisa berguna untuk orang lain. Nah, dari tulisan Ara. Ara berharap pesan moral yang ada cerita-cerita dan tulisan Ara tersampaikan. Terus kalau ada yang kangen Ara, kalau Ara udah mati. Ya, tinggal baca aja tulisan-tulisan Ara begitu. Soalnya tulisan bakalan abadi, meskipun Ara tidak akan abadi.
  2. Butuh Uang
    Ya, mungkin alasan beberapa penulis adalah kesenangan. Tetapi Ara tidak! Kesenangan memang ada, tetapi kesenangan malah kadang membuat Ara malas nulis dan mood-moodtan gitu. Tetapi memang Ara lagi butuh uang, makanya Ara giat nulis. Gunakan otak dibandingkan nganggur.
  3. Inget Mama dan Diyas
    Oke kalo lagi down nulis bener-bener down, Ara inget mereka. Inget Mama yang susah payah nyari uang untuk biaya aku kuliah yang tentu mahal, ditambah lagi buat sekolah adikku, Diyas. Apa yang bisa Ara lakukan. Ya nulis! Ara juga pengin bisa kuliahin Adik Ara dari nulis. Jadi kalo inget itu, Ara jadi semangat nulis! Jadi kalau gitu, kalian juga harus inget orang-orang yang kalian sayang.
  4. Pengin jadi guru yang bukan hanya mengajarkan teori
    Ara calon guru, jadi Ara tidak mau cuma ngajarin teori-teori dan teori pada murid Ara. Ara juga bisa berbagi dan ngajarin mereka praktek menulis nantinya. Jadi, Ara pengin bisa menulis semua jenis tulisan.
  5. Disiplin dan Bikin Jadwal
    Emang awalnya terpaksa, tetapi dengan adanya jadwal Ara jadi disiplin nulis. Jam berapa Ara nulis, hari ini nulis apa, hari itu nulis apa. Pebagian waktu antara nulis, membaca, nyuci baju, ngerjain tugas kuliah, dan online. Yang penting untuk jadwal ini ada kemauan untuk menaatinya. Ara sih masih dalam tahap terpaksa, tetapi semoga ke depannya jadi kebiasaan.
  6. Pengin ngisi Blog ini dengan berbagai karya
    Masa blog ini isinya curhat alay Ara doang. Nggak keren bangetlah! Jadi Ara harus nulis! Dan punya banyak karya agar blog ini terisi indah. Hihihi ...

    Mungkin, tips mengatasi malas ala Diy Ara untuk kamu tidak ampuh. Atau malah tidak setuju dengan tips ini. Tetapi, untuk Ara ini lumayan Ampuh. Masih Ampuh sampai sekarang.

Jumat, 27 November 2015

Opini Mengancam Sejarah Melalui Kenangan




Ini sebenernya tugas mata kuliah pembelajaran membaca dan menulis, lalu Pak Dosen ngirim filenya ke Koran Jateng dan nggak nyangka dari banyak tulisan mahasiswa yang dikirim Pak Dosen ke koran itu, tulisan Ara yang dimuat setelah tulisan teman saya, Fania yang duluan dimuat. Jangan tanya perasaan Ara. Tentu saja nggak percaya. Hehehe ...

Baru sempet di posting gara-gara Bumbum sakit dan masih sakit.

Terima kasih buat Pak Naka, Pak Dosen yang baik hati. 

Senin, 09 November 2015

Menyimpan Kenangan Sehari Bersama Pak Naka dan Pak Yusuf di Acara PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu Kendal



            Ini untuk pertama kalinya ke Kaliwungu, termasuk Kendal. Biasanya cuma lewat doang kalo naik kereta Pulkam ke Pemalang. Makanya Ara cuma tahu kota Kaliwungu dari lagu kota santri yang terkenal itu.

Jumat, 06 November 2015

Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Dongeng Anak bersama Nusantara Bertutur & Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015


      Awal ngeliat lomba ini tertarik banget ikut. Tetapi temanya itu loh ... berat. Sanitasi aja nggak tahu artinya. Ya udah deh riset. Nyari makalah-makalah tentang senitasi, baca dua puluh halaman, walaupun endingnya nggak paham-paham amat. Terus aku juga riset tentang kondisi air minum indonesia. Saat riset-riset ini aku nggak punya ide mau nulis apa. Awalnya, ara pengin nulis tentang mata air yang mengilang. Tetapi, nggak jadi. Terus tiba-tiba inget pas pelajaran kimia pas SMA. Tentang tes air dengan kertas basa dan apa, ya, lupa. Masalahnya dulu Ara nggak suka kimia. Jadi, ara punya ide pasti ada cara ngetes air minum yang baik dikonsumsi dan tidak. Dan ketemulah ide itu. Riset deh. Gimana sih cara mudah mengetes air yang bisa dilakukan anak-anak. Hingga jadilah Cernak berjudul Dektektif Air. 

Cernak Kakakku Dokter di Pedalaman dimuat di Kompas Klasika Nusantara Bertutur 18 Oktober 2015

Heloo sahabat Diy Ara :) mau cerita sedikit tentang cernak ini. Cernak ini pertama kalinya nembus nusantara bertutur. Kedua kalinya nembus media nasional. Yang penting jangan pantang menyerah teman-teman, ditolak kirim lagi. Pasti deh, suatu saat, cernakmu yang akan nongol di Nubi.

Senin, 26 Oktober 2015

Ulasan Pementasan Wayang Kampung Sebelah Berjudul Wawas diri Menakar Berani


Ulasan Pementasan Wayang Kampung Sebelah Berjudul Wawas diri Menakar Berani
Oleh: Zahratul Wahdati

“Suara rakyat bukan dihitung, Tetapi didengarkan. Suara rakyat juga harusnya bukan menjadi objek untuk menang menjadi kepala desa, tetapi menjadi subyek untuk didengarkan.” Kalimat kritik yang diucapkan tokoh berbibir maju ini, menampar keras para bejabat berdasi yang berlomba-lomba untuk mendapat suara lewat janji-janji yang akhirnya entah.  Juga menampar masyarakat yang selama ini dibodohi para bejabat.
Copyright © 2015 ZAHRATUL WAHDATI
| Distributed By Gooyaabi Templates